Artikel

Cara Mengukur Badan Sendiri untuk Dijahit

Ditulis 6 Agustus 2026 · Rosida, penjahit sejak 1999

Idealnya ukuran diambil langsung oleh penjahit. Tapi tidak semua orang sempat datang — apalagi kalau tinggalnya di luar Tanggul atau luar Jember. Kabar baiknya, ukuran bisa diambil sendiri di rumah, asal tahu titik-titik mana yang diukur dan menghindari beberapa kesalahan yang sering terjadi.

Panduan ini ditulis dari pengalaman menerima kiriman ukuran lewat WhatsApp — termasuk dari yang hasilnya meleset, sehingga ketahuan bagian mana yang biasanya salah.

Yang perlu disiapkan

Meteran kain. Bukan penggaris, bukan meteran tukang bangunan yang kaku. Meteran kain bisa mengikuti lekuk badan. Kalau tidak punya, tali rafia atau kabel charger bisa dipakai sebagai pengganti: lingkarkan di badan, tandai dengan spidol, lalu ukur panjang tandanya dengan penggaris.

Baju yang tipis dan pas badan. Jangan mengukur di atas jaket, sweater, atau gamis longgar. Bahan tebal bisa menambah beberapa sentimeter dan hasilnya baju jadi kebesaran.

Satu orang untuk membantu. Beberapa bagian — terutama lebar bahu dan panjang punggung — hampir mustahil diukur sendiri dengan akurat.

Berdiri tegak dan santai. Jangan menahan napas, jangan mengencangkan perut. Baju akan dipakai dalam keadaan bernapas normal, jadi ukurannya pun harus diambil begitu.

Urutan mengukur

1. Lingkar dada

Lingkarkan meteran di bagian dada yang paling besar — melewati puncak dada. Pastikan meteran sejajar lantai, tidak naik di bagian punggung. Ini kesalahan paling umum: bagian depan sudah pas, tapi bagian belakangnya terangkat, sehingga hasilnya lebih kecil dari yang sebenarnya.

Meteran menempel di badan, tapi jangan ditarik kencang sampai menekan.

2. Lingkar pinggang

Bagian pinggang yang paling ramping, biasanya sejajar dengan pusar. Kalau bingung mencarinya, coba miringkan badan ke samping — lipatan yang terbentuk itulah garis pinggang alami Anda.

Ukur dalam keadaan santai. Perut yang dikempiskan akan menghasilkan baju yang sesak saat dipakai sungguhan.

3. Lingkar pinggul

Bagian pinggul yang paling besar, kira-kira 20 sentimeter di bawah pinggang. Rapatkan kaki saat mengukur. Untuk gamis dan abaya bagian ini penting karena menentukan apakah baju akan jatuh lurus atau justru menempel di bagian bawah.

4. Lebar bahu

Dari ujung bahu kiri ke ujung bahu kanan, lewat punggung. Ujung bahu adalah titik tempat lengan mulai menggantung — biasanya terasa sebagai tonjolan tulang kecil.

Bagian ini paling menentukan apakah baju akan terlihat rapi atau menggantung. Kalau ada satu ukuran yang harus benar-benar tepat, ini orangnya. Mintalah bantuan orang lain.

5. Panjang lengan

Dari ujung bahu, turun mengikuti lengan, sampai panjang yang Anda inginkan. Ukur dengan lengan sedikit ditekuk, bukan lurus kaku — karena begitulah lengan berada saat beraktivitas.

Sebutkan juga maunya sampai mana: sampai pergelangan, menutup punggung tangan, atau tiga per empat.

6. Lingkar lengan atas

Bagian lengan atas yang paling besar. Sering dilupakan, padahal inilah penyebab utama baju terasa sesak walau bagian dadanya sudah pas.

7. Panjang baju

Dari titik tertinggi bahu (dekat pangkal leher) lurus ke bawah, sampai panjang yang diinginkan.

Untuk gamis dan abaya, ukur sambil memakai alas kaki yang biasa Anda pakai. Selisih tinggi hak sandal bisa membuat gamis yang tadinya pas jadi menyapu lantai.

8. Lingkar leher

Lingkarkan meteran di pangkal leher, di tempat kerah biasanya berada. Jangan terlalu ketat — sisakan ruang untuk satu jari.

Kesalahan yang paling sering terjadi

Mengukur di atas baju tebal. Sudah disebut di atas, tapi ini penyebab nomor satu baju jadi kebesaran.

Menarik meteran terlalu kencang. Meteran harus menempel, bukan menekan sampai kulit berlekuk. Kalau ditarik kencang, hasilnya baju sesak.

Menahan napas atau mengencangkan perut. Baju dipakai seharian dalam keadaan normal, bukan dalam keadaan menahan napas.

Meteran tidak sejajar lantai. Bagian belakang naik tanpa disadari. Kalau memungkinkan, ukur di depan cermin supaya bisa dilihat.

Menyalin ukuran dari baju yang sudah jadi tanpa menyebutkan. Kalau Anda mengukur dari baju lama yang digelar di lantai, bilang ke penjahit — karena ukuran baju berbeda dari ukuran badan (ada kelonggaran di dalamnya). Kalau tidak disebutkan, kelonggaran itu bisa terhitung dua kali dan bajunya jadi kebesaran.

Mengukur satu kali saja. Ukur dua sampai tiga kali. Kalau hasilnya berbeda jauh, berarti ada yang keliru — ulangi.

Cara mengirim ukurannya

Tulis dalam sentimeter, satu per satu, jangan dicampur dengan keterangan lain:

Lingkar dada    : 92 cm
Lingkar pinggang: 78 cm
Lingkar pinggul : 98 cm
Lebar bahu      : 38 cm
Panjang lengan  : 56 cm
Lingkar lengan  : 30 cm
Panjang baju    : 140 cm
Lingkar leher   : 36 cm
Tinggi badan    : 158 cm

Sertakan juga tinggi badan dan, kalau tidak keberatan, foto berdiri dari depan dan samping. Foto bukan untuk apa-apa selain memeriksa kewajaran — dari foto, penjahit berpengalaman bisa melihat kalau ada angka yang kemungkinan salah ukur, lalu menanyakannya sebelum kain dipotong.

Dan sebutkan model yang diinginkan. Ukuran yang sama bisa menghasilkan potongan berbeda tergantung apakah yang dibuat gamis longgar atau dress berpinggang.

Kalau ragu, tanyakan saja

Tidak apa-apa kalau bingung. Kirim saja apa yang sudah diukur lewat WhatsApp, nanti dipandu bagian mana yang perlu diulang. Lebih baik bertanya di awal daripada kain sudah terlanjur dipotong.

Kalau Anda bisa datang langsung ke Tanggul, itu tetap yang paling akurat — terutama untuk kebaya yang potongannya mengikuti bentuk badan dan biasanya butuh sesi mencoba.


Ditulis berdasarkan pengalaman sehari-hari Ibu Rosida menjahit di Tanggul, Jember. Ada yang ingin ditanyakan lebih lanjut? Silakan hubungi lewat WhatsApp.

Ada yang mau dijahitkan?

Kirim foto model yang Anda inginkan lewat WhatsApp. Konsultasi tidak dipungut biaya.

WhatsApp